PUPPY
LOVE
By : Anisa Nurmauliddia
Di tengah kerumunan orang-orang
berkulit putih dan berambut pirang, ya... memang saat ini aku berada disebuah
negara besar yang menurutku cukup unik tetapi itu bukan tempat kelahiranku, saat
ini aku berusia 10 tahun dan panggilan kecilku adalah Jack. 7 tahun silam ayah
ku dipindah tugaskan di luar negeri, saat itu aku belum mengerti apapun karena
aku masih sangatlah kecil, setelah mengurus surat-surat untuk kepindahan
keluargaku, akhirnya kami pun berangkat pada saat itu juga. Selama beberapa
tahun di negara ini aku tidak ingin kembali lagi ke negara asalku, bukan ku tak
menganggapnya hanya saja aku sudah betah berlama-lama disini dan sudah terbiasa
dengan keadaan negara ini, banyak sekali pelajaran yang aku terima. Dari
berbagai penjuru dunia ada disini, di negara ini aku bersekolah disebuah
American’s kids school dan aku bertemu banyak sekali bocah kecil yang
berbeda-beda, mulai dari berkulit putih hingga hitam, semuanya ada disini dan salah
satunya adalah Alice wanita kecil nan imut yang membuat jantungku
berdebar-debar saat didekatnya, bukan karena penyakit jantung atau apalah tapi
ini adalah perasaan yang sulit untuk aku katakan, ternyata bukan hanya aku saja
yang menyukai Alice tetapi banyak bocah lelaki yang menyukainya dan seringkali
mendekatinya. Pantang menyerah yang selalu aku katakan dalam hati sebagai
motivasi untukku, setiap hari aku memberikan perhatian lebih dan aku berharap
ia mulai menyukaiku. Setelah hal itu terus aku lakukan setiap hari bahkan
setiap waktu jika itu memungkinkan, memang benar aku terlalu muda untuk
menjalin cinta namun bagaimana lagi jika hati terus menggebu-gebu untuk selalu
didekatnya.
Beberapa
bulan telah kulalui bersamanya, sebelum aku mengatakan apapun kepadanya dan aku
mengerti bahwa ia juga mencintaiku, akhirnya aku yakin untuk mengatakan isi
perasaanku padanya, memang memalukan sekali karena aku masih sangatlah kecil
untuk melakukan itu. ah... sudahlah aku terlanjur sayang padanya. Bukan lagi
hanya berada dalam sekolah tetapi saat ada camping diluar sekolah kamipun
selalu bersama, ketika malam kamipun berkumpul didepan api unggun untuk
bersenang-senang dan tak sengaja aku memeluknya, ia tak marah namun hanya
memalingkan wajahnya kehadapanku dan menaikkan sedikit bibir mungilnya, sangat
terasa sekali degupan jantungnya yang melaju sangat cepat, setlah beberapa
menit akhirnya aku melepaskan pelukanku karena aku sedikit malu berada didepan
teman-temanku.
Kelulusanku
di American’s kids school membuatku sedih karena jika aku lulus dari sekolah
ini aku akan berpisah dengan wanitaku, wanita dengan sedikit cekungan di pipi
yang sangat menarik bagiku. Namun bagaimana lagi, tak ada kata berpisah untuk
kita berdua. Sejak saat itu aku dan dia tak pernah bertemu karena jarak antara
rumahku dan rumahnya sangatlah jauh, jadi aku hanya bisa memikirkannya ketika
aku sedang merindukannya. Setelah beberapa lama aku tak melihatnya lagi karena
jarak antara rumah kita, aku memilih untuk berpaling darinya untuk wanita lain,
bukan ku tak merindukannya hanya saja aku sudah menyukai wanita lain disini,
“Iam sorry but I love Diana” itu yang aku katakan dalam hati ketika aku sedang
mendekati wanita lain, ya.. nama wanita yang kucintai kini adalah Diana, wanita
yang pertama kali aku lihat disekolah ini yang memakai jilbab, sama dengan
ibuku yang selalu memakai selembar kain untuk menutupi kepala dan rambutnya.
Memang benar Alice tak memakai jilbab karena memang agama kita yang berbeda,
tetapi aku tetap merindukannya. Namun hubunganku dengan Diana tak bertahan lama
karena ia akan pindah ke negara lain jadi hubungan ini harus diakhiri walaupun
sebenarnya aku tak menginginkannya, “but what else ?, already twice this
relationship separated by a distance not allowing”.
Telah
aku lalui kehidupanku tanpanya, karena jarak yang menghalangi dan sampai saat
ini aku tak pernah tau keberadaannya. Saat ini aku berumur 22 tahun namun aku tetap
tak bisa melupakan cinta pertamaku, tak tau kenapa aku kali ini ingin sekali
bertemu dengannya walaupun itu sangat mustahil karena mungkin wajahnya telah
berubah atau mungkin dia telah lupa denganku. setiap pagi aku selalu
berolahraga disebuah taman kecil didekat perumahanku, aku melihat ada yang tak
asing dengan wanita berparas cantik dengan seseorang lelaki bersamanya, aku
berpikir itu wanita yang sama, yang dulu selalu bersamaku saat kita masih
kecil, “aaah.. itu hanya pikiranku saja, mana mungkin Alice ada disini ?, untuk
apa ?” aku meracau dalam hati. Tak lama kemudian saat aku duduk didekat pohon
wanita itu menghampiriku dan tersenyum, “aku sangat ingat sekali cekungan kecil
di pipi itu, aku juga sangat yakin itu Alice, wanita kecil yang aku tunggu
selama ini, namun apa yang ia lakukan disini ?, dan dengan siapa ia disini ?”
hatiku serasa berteriak dan bicara itu berkali-kali, keyakinanku terbukti
ketika ia memanggilku dan tetap dengan senyuman manis itu. “Jack..?” Alice
memanggilku. “waow... sungguh ini sangat mustahil, namun ada keajaiban didunia
ini” bukannya aku menjawabnya aku malah berbicara dengan hati yang serasa dari
tadi meracau tak karuan. “Jack...?, are you alright?” dia membangunkan
lamunanku, “oh okay, I’m okay” aku tak bisa berkata apapun, “How are you jack
?” alice memulai pembicaraan ini, “I’am okay, you still remember me ?” aku
mulai memberanikan diri itu menanyakan itu kepadanya, “Sure, I’d still
remember” memberikan jawaban dengan senyum manis itu, “I’m glad you did not
forget me, but why are you here?” aku memperjelas pertanyaan yang sedari tadi
dalam hati, “my husband’s home was near here, so I wanted to run in the morning
here” setelah menjawab itu ia pergi meninggalkanku, suami ? menikah ?, apa dia
sudah menikah ?, kapan ?, apa begitu cepat dia meninggalkan semua dan segalanya
yang dulu bersamaku, apa benar itu hanya cinta monyet yang sekedar suka terus
lupa dengan sendirinya, namun aku tak pernah berpikir seperti itu, Alice aku
yakin masih ada rasa dihati itu, namun keyakinanku goyah saat ada suamimu
disampingmu, sedih, rindu, bingung itu pasti namun aku tak bisa melakukan
apapun saat ini, hanya bisa terdiam dan memikirkan sesuatu yang mungkin gila
untuk dilakukan. Beberapa saat aku telah menerima itu, menerima hal yang mungkin
tak bisaku lupakan, aku bersikap untuk bahagia walaupun itu sangat menyakitkan.
Hanya cinta monyet yang dilakukan anak-anak. Pelajaran berharga yang ku
dapatkan saat ini J
END
Thank’s
Tunggu cerita
selanjutnya
To : Hendri Sumiyono
Tidak ada komentar:
Posting Komentar