Kamis, 06 April 2017



AKU
By : Anisa Nurmauliddia

Aku dihadapkan dalam keadaan yang sangat mengecewakan untukku, dimana aku harus memilih salah satunya, membiarkan dia pergi atau menahannya untuk diam disatu tempat bersamaku. Disatu sisi ingin sekali aku menahannya tetapi dia tak ingin lagi bersamaku, bahkan jika aku melepaskannya aku takkan pernah rela ia bersama dengan yang lain. Aku bingung hanya air mata yang setiap kali aku seka untuk menutupi kesedihanku dihadapannya. Bukan tak percaya jodoh ditangan Tuhan tapi aku pernah berfikir dialah seseorang yang akan menemani masa tuaku kelak karena aku merasa hubunganku dengannya tak seperti cinta monyet yang hanya beberapa minggu saja, hubungan ini sudah melebihi 3 tahun lamanya tapi tak kukira hubungan yang bertahun tahun ini akan membuat dia bosan bersamaku dan memilih untuk mencari yang lain.
Bukan aku menyesal telah bersamanya tapi saat aku mengingatnya aku semakin membencinya dan merasa bahwa aku ini manusia bodoh yang terlarut larut dalam cinta gila. Aku selalu memikirkan semua kata kata yang keluar dari mulutnya, mana janjimu ?, mana kesetianmu untukku ?, dimana kamu saat aku terpuruk mendengar cacian wanita cantik yang pada saat itu dia bilang aku calon istrinya, terpuruk benar benar terpuruk dan bahkan aku yakin bahwa aku takkan bisa membuka hatiku lagi untuk lelaki manapun. Bukan hanya trauma tapi sedikit menutup diri untuk lelaki.