AKU
By
: Anisa Nurmauliddia
Aku dihadapkan dalam
keadaan yang sangat mengecewakan untukku, dimana aku harus memilih salah
satunya, membiarkan dia pergi atau menahannya untuk diam disatu tempat
bersamaku. Disatu sisi ingin sekali aku menahannya tetapi dia tak ingin lagi
bersamaku, bahkan jika aku melepaskannya aku takkan pernah rela ia bersama
dengan yang lain. Aku bingung hanya air mata yang setiap kali aku seka untuk
menutupi kesedihanku dihadapannya. Bukan tak percaya jodoh ditangan Tuhan tapi
aku pernah berfikir dialah seseorang yang akan menemani masa tuaku kelak karena
aku merasa hubunganku dengannya tak seperti cinta monyet yang hanya beberapa
minggu saja, hubungan ini sudah melebihi 3 tahun lamanya tapi tak kukira
hubungan yang bertahun tahun ini akan membuat dia bosan bersamaku dan memilih
untuk mencari yang lain.
Bukan aku menyesal
telah bersamanya tapi saat aku mengingatnya aku semakin membencinya dan merasa
bahwa aku ini manusia bodoh yang terlarut larut dalam cinta gila. Aku selalu
memikirkan semua kata kata yang keluar dari mulutnya, mana janjimu ?, mana
kesetianmu untukku ?, dimana kamu saat aku terpuruk mendengar cacian wanita
cantik yang pada saat itu dia bilang aku calon istrinya, terpuruk benar benar
terpuruk dan bahkan aku yakin bahwa aku takkan bisa membuka hatiku lagi untuk
lelaki manapun. Bukan hanya trauma tapi sedikit menutup diri untuk lelaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar