SEKEPAL IMPIANKU & NEGARAKU
By : Anisa Nurmauliddia
Senja mulai terbangun dan ia ingin sekali membangunkanku dalam tidur nyenyakku, ayam yang mulai ricuh dengan berisiknya. Akhirnya aku terbangun dan membuka jendela kamarku disana aku melihat sebuah burung yang biasa aku temui di pohon depan rumahku sedang bersiul dengan merdunya untuk membangunkan dunia. Pagi ini aku akan kesekolah dan sebelum berangkat aku melakukan kewajibanku sehari-hari yaitu sholat dan membantu ibuku untuk mencuci piring dan menyapu halaman, selesai itu aku segera berangkat dan aku hampir lupa hari ini ada presentasi tentang laporan ku setelah melakukan observasi. Setelah beberapa menit aku menunggu angkutan umum (memang setiap berangkat dan pulang sekolah aku selalu naik angkutan umum), akhirnya angkutan umum yang kutunggu datang, setelah sampai disekolah aku pun mempersiapkan presentasiku sesegera mungkin.
Walaupun aku hanya seorang gadis dengan keluarga yang sederhana namun aku sangat ingin membuat kedua orang tuaku bangga, nama yang diberikan orang tuaku padaku adalah “Aizza Husna Kamila” nama yang indah bukan ??? yakkk sangat indah bagiku dan orang tuaku sangat menginginkanku agar aku kelak menjadi seorang polisi wanita yang tangguh, aku sangat ingin mewujudkan keinginan kedua orang tuaku itu sehingga aku berniat untuk mengikuti seleksi paskibraka Kabupaten, semoga awal yang baik untukku mewujudkan keinginan kedua orang tuaku. Tepat pada hari senin aku diseleksi dengan banyak anak sekolah yang mendaftar dari berbagai macam sekolah, disana aku diseleksi tentang fisik selain itu diseleksi juga pengetahuanku tentang paskibraka itu sendiri dan tentang negaraku ini, Alhamdulillah aku melewatinya dengan lancar dan tetap selalu bersyukur tentang bagaimana hasil dari seleksi ini karena hasil takkan pernah menghianati usaha seseorang yang selalu bersyukur dan berdoa.
Beberapa hari telah aku lalui dengan tenang karena aku sudah siap kecewa jika nantinya imipianku gagal dalam tahun ini, tepat 1 minggu aku menunggu hasilnya, setelah pulang sekolah aku menyempatkan diriku untuk melihat hasil pengumuman tentang seleksi paskibraka Kabupaten Tuban, banyak anak yang kecewa karena tidak lolos dalam seleksi ini namun aku mencoba tetap tenang dan tawaduk, aku melihat namaku berada diurutan ke-15 dan dinyatakan lolos dalam seleksi ini, aku sungguh bersyukur dengan nikmat Allah ini, aku bergegas pulang untuk memberikan kabar gembira ini pada kedua orang tuaku. Setelah sampai dirumah aku memberitahu orang tuaku, tak ku sangka orang tuaku meneteskan air mata kebanggaannya padaku, namun orang tuaku agak berat hati jika aku harus melepaskan jilbabku untuk ini, aku menguatkan kedua orang tuaku agar jangan pernah takut karena aku takkan melepaskan jilbabku ini jika aku menjadi paskibraka itu. Keesokan harinya aku mulai mencoba untuk berbicara kepada pelatihku “maaf, pak saya ingin menanyakan sesuatu, apakah diperbolehkan paskibraka untuk tidak membuka jilbabnya” aku mulai bertanya dengan sangat hati-hati karena badannya yang sangat kekar membuatku takut untuk memulai kata-kataku. “silahkan anda berbaris ditempat anda saya akan menjawabnya” pelatih kekar dari TNI itu mulai berbicara, Secepatnya aku kembali kebarisanku dan berkumpul dengan anak SMA lain karena aku sangat gemetar melihatnya, “ditahun lalu memang yang beragama islam tidak diperbolehkan untuk memakai jilbab dalam mengikuti paskibraka kabupaten ini namun dalam peraturan kini sudah diganti, yang beragama islam diperbolehkan untuk memakai jilbab baik dalam pelatihan maupun penampilannya” pelatih kekar itu mulai menjelaskan peraturan baru. Dalam hati aku sangat bersyukur karena Allah memberikan lagi kenikmatan yang luar biasa pada diriku, sungguh-sungguh impian yang sangat aku harapkan.
Sudah satu minggu ini aku mengikuti latihan pada paskibraka namun ada sesuatu yang mengganjal, ketika aku tak masuk sekolah aku juga tak ingin ketinggalan pelajaran berhari-hari, namun aku mempunyai tekad untuk melakukan dua pekerjaan yang mungkin cukup berat dilakukan dalam waktu yang sangat tidak mendukung karena aku harus focus pada sekolah dan latihanku. Mulai besok pagi aku harus bisa membagi waktuku untuk sekolah dan latihan, pagi-pagi aku berangkat untuk mengikuti latihan dan pada jam istirahat aku langsung pergi kesekolah untuk menanyakan tugas yang mungkin belum aku selesaikan, setelah itu aku langsung kembali lagi untuk menyelesaikan latihanku hingga sore hari. pikiran dan fisikku harus tetap kuat untuk melakukan itu selama satu bulan, namun beberapa hari mulai terasa badanku sudah tak kuat lagi karena latihan yang menguras tenaga dan tugas-tugas sekolah yang selalu aku kejar agar tak ketinggalan jauh. sebelum aku tertidur aku bertanya-tanya dalam pikiranku, apakah seperti ini usaha untuk mencapai impian yang diinginkan seseorang ? , apakah seberat seperti memikul batu ?, disitu aku mulai meneteskan air mata karena aku takut tak sanggup melakukannya, karena sebelum itu aku tak pernah melakukannya, Allah teruslah berada disampingku, tepuk pundakku jika aku mulai mengeluh lagi, Allah berikan aku kesehatan yang lebih agar aku dapat melakukan ini semua untuk kedua orang tuaku, keluarga dan sahabat-sahabatku, aku mulai menguatkan hati untuk tetap melanjutkannya.
Sudah tiga minggu ini aku melakukannya dengan baik, mulai dari latihanku yang tak pernah terganggu dan tugas-tugasku yang selalu aku kerjakan dan tak pernah aku lupa atau malas mengerjakannya karena ada orang tua, keluarga dan sahabat-sahabatku yang selalu mendukungku setiap waktu, aku bersyukur mempunyai orang-orang yang selalu mendukungku dan selalu membantuku dalam keadaan seperti ini. Ketika aku tak sering kesekolah untuk mengikuti pelajaran aku selalu rindu untuk sekedar tertawa bersama mereka, rindu akan kelucuan mereka dan selalu bersama kemanapun kami pergi, aku selalu rindu kalian. Disini aku juga mempunyai banyak teman baru dari berbagai sekolah, disini mereka juga sama-sama berjuang untuk impian mereka masing-masing jadi selama latihan dimulai aku tak pernah merasa sendiri karena semua orang disini berteman walaupun kita baru kenal satu sama lain.
Kini tak terasa satu bulan telah aku lalui bersama teman dan bapak ibuku yang baru ditempat latihan, tepat pada tanggal 17 Agustus diriku dan teman-temanku berjuang di hari itu untuk melakukan yang terbaik. Detik demi detik kita lalui serasa aku ingin berteriak dan tertawa betapa bangganya aku bisa melakukan ini didepan banyak orang-orang penting, setelah pengibaran selesai aku merasa lega dan rasanya aku hanya ingin bergembira bersama teman-temanku saat itu namun hari itu hari terakhir mungkin kita bisa berkumpul karena setelah ini kita akan kembali kesekolah masing-masing untuk meneruskan tujuan kita.
Huhhh… sudah satu bulan aku tak menghabiskan waktuku disekolah bersama teman-temanku, jika aku kesekolah mungkin hanya sebentar itupun hanya menanyakan tugas yang diberikan guru bukan untuk tertawa bersama mereka. Pagi ini seperti biasa aku berangkat sekolah dengan naik angkutan umum, walaupun sederhana aku tetap bersyukur dan tak pernah menuntut orang tuaku lebih. Heeem… serasa masuk kesekolah yang baru, ternyata teman-temanku sudah menungguku, banyak cerita yang belum kudengar dari mereka entah itu masalah percintaan, pelajaran atau sesekali terselip cerita tentang masalah pribadi mereka akupun tak kalah antusias aku juga ingin menceritakan semua pengalamanku selama mengikuti latihan paskibraka itu, mereka mendengarkanku seraya tertawa kecil ketika lidahku mulai terpeleset dalam berbicara. Aku sangat bahagia dihari kemerdekaan Negaraku ini aku dapat membuat orang tuaku bangga dan membuat teman-temanku ikut merasakan kebahagiaanku ini. Aku bangga dengan Indonesiaku aku cinta Negaraku. Karena Indonesia aku dapat mewujudkan keinginan orang tuaku dan karena Negaraku ini aku dapat membuktikan kepada semua orang bahwa bukan hanya orang-orang kaya saja yang dapat mewujudkan impian tapi orang-orang sederhana pun mempunyai kesempatan untuk mewujudkan impiannya. Lakukan yang terbaik untuk dirimu, orang tuamu, negaramu, keluargamu, sahabatmu dan beberapa orang terdekat yang menyayangimu karena tanpa mereka diri kita bukan apa-apa. Ganbateeee.
☺ SEKIAN ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar